mapLink LIVE
Youtube
mapMisa LIVE STREAMING
Minggu 08.00 Wib
Nov 3 Ditulis oleh 

Sejarah Umat Katolik di Paroki Santo Joseph 395

Awal Mula

Stasi Tanjung Balai Karimun diawali pada tanggal 18 Mei 1935 di saat Pastor Engelmund Tromp SS.CC mulai menetap di Tanjung Balai dan menangani umat di Pulau Karimun dan pulau-pulau sekitarnya (Sugi Bawah, Kundur dan juga Ketaman/Indragiri).

Sebelum berdiri sebagai stasi tetap, Tanjung Balai termasuk dalam Stasi Kepulauan Riau yang digembalai oleh Pastor Isfried Meijer SS.CC yang menetap di Singapura.

Di Tanjung Balai telah didirikan sebuah sekolah sebelumnya oleh P. Meijer (tahun 1930). Pada tanggal 14 November 1933Mgr Vitus Bouma SS.CC meresmikan gereja dan pastoran sementara yang baru dibangun. Jumlah murid sekolah saat itu ada 20 anak.

Ada seorang guru agama/katekis yang rajin dan merangkap sebagai kepala sekolah. Dibuka sebuah asrama di pastoran. Jumlah umat 60 orang, katekumen cukup banyak demikian juga murid sekolah semakin bertambah. Tanjung Balai dilihat akanmenjanjikan masa depan yang cemerlang.


Perkembangan Selanjutnya (1935 – 1945)

  • Gedung-Gedung Misi di Tanjung Balai mesti diperluas. Maka diputuskan untuk membongkar bangunan gereja dan bangunan Misi lainnya di Moro dan bahan-bahan bekasnya akan digunakan  untuk perluasan sekolah dan bangun gereja di Tanjung Balai. Umat di Moro memang hampir habis karena banyak yang pindah akibat wabah Malaria.
  • Tahun 1936 Bruder Antonius Bruijns SS.CC mulai membongkar bangunan Misi di Moro dan membangun perluasan sekolah dan gereja di Tanjung Balai. Peresmian pemakaian bangunan baru di Tanjung Balai ini diadakan pada tanggal 22 Juni 1936.
  • Sekolah baru di Tanjung Balai sudah mempunyai murid 611 orang, 400 laki-laki dan 211 perempuan. Dalam perkembangan selanjutnya Sekolah Katolik menghadapi banyak hambatan karena pertentangan dengan Sekolah Tionghoa yang ada dan mencapai puncaknya pada tahun 1938.
  • Pada tahun 1936 P. Dionysius van Gorp SS.CCdatang di Tanjung Balai untuk membantu P. Tromp SS.CC. Ia ditugaskan mengadakan kunjungan berkala ke daerah-daerah di luar Karimun juga ke wilayah yang masuk Stasi Kepulauan Riau: Tanjung Pinang, Pulau Sambu dan Pulau Singkep. Sekali sebulan P. van Gorp mengunjungi sisa umat yang masih bertahan di Moro dan kemudian juga ke Pulau Kundur. Pernah juga mengunjungi umat di daerah Kateman (Indragiri) di Pulau Sumatra yang sangat sulit perjalanannya.
  • Bulan September 1937 P. van Gorp SS.CC diangkat menjadi Superior Misi SS.CC, bulan Oktober P. van Gorp SS.CC pindah ke Pangkalpinang. Sebagai penggantinya datangP. Lebuinus Spelthuis SS.CC, yang selain mengunjungi umat di pulau-pulau di luar Karimun juga mengajar Bahasa Inggris di sekolah Tanjung Balai.
  • Bila pada tahun 1935-1936 banyak Katekumen orang Tionghoa di Tanjung Balai maka di tahun-tahun berikutnya jumlah Katekumen merosot tajam karena banyak yang berhenti dan membatalkan diri untuk masuk Katolik.
  • Tadinya motivasi mereka minta dibaptis agar para pastor dapat menolong mereka dalam urusan dengan pemerintah, mereka kecewa setelah mengetahui bahwa para pastor Belanda itu bukanlah pejabat pemerintah atau pegawai  yang bisa memperlancar urusan mereka.
  • Karena pastoran di Tanjung Balai itu bersifat sementara dan tidak memadai lagi maka pada bulan Agustus 1938 dimulai pembangunan pastoran yang baru. P. Ladislaus van Gelder SS.CC didatangkan dari Pangkalpinang  secara khusus untuk mengawasi pembangunan itu. Pastoran yang baru ini diresmikan pada tanggal 5 Februari 1939. Setelah selesai tugasnya mengawasi pembangunan P. van Gelder SS.CC berangkat ke Tiongkok untuk belajar Bahasa Tionghoa.
  • Awal tahun 1939 tiba di Tanjung Balai P. Edmund Corijn SS.CC yang baru menyelesaikan studi Bahasa Tionghoa di Singapura. Ia  membantu P. Spelthuis SS.CC mengajar di sekolah. Pada ahir tahun 1939 P. Corijn SS.CC pindah ke Tanjung Pinang dan yang menggantikannya di Tanjung Balai ialah P. Anselmus Zaat SS.CC.
  • Bulan April 1940 Prefek Apostolik Mgr Vitus Bouma SS.CC terahir kalinya mengunjungi Tanjung Balai dan menerimakan Sakramen Penguatan kepada umat.
  • Bulan Agustus 1940 Kepala Sekolah Misi yang juga seorang Guru Agama yang rajin diberhentikan oleh pemerintah dengan alasan ia memiliki buku-buku yang di mata inspeksi pendidikan sebagai “anti Jepang”. Setelah diberhentikan sebagai kepala sekolah ia justru lebih banyak waktu untuk membantu P. Tromp SS.CC dalam mewartakan Injil.
  • Saat itu P. Tromp SS.CC sedang giat-giatnya keliling Tanjung Balai, Tanjung Batu, Urong dan Moro mewartakan Injil secara unik yaitu mengumpulkan masyarakat di tempat umum dengan bermain musikyang dibantu oleh beberapa pemuda kemudian setelah banyak orang berkerumun ia mulai berkhotbah dan guru agama yang ikut juga mulai berkatekese.  Mula-mula memang banyak orang berkumpul tapi lama kelamaan hanya anak-anak yang datang menonton. Walau tidak ada seorangpun bertobat karena khotbahnya ini, P. Tromp SS.CC merasa hal ini bagus karena Injil telah diwartakan dan didengar oleh banyak orang.
  • Selain mewartakan Injil dengan cara khas itu, P. Tromp SS.CC tetap setia mengunjungi umat di luar Karimun yang tak tertangani oleh pastor Tanjung Pinang yaitu umat di P. Singkep dan beberapa umat katolik Belanda di P. Sambu dan Tanjung Uban yang bekerja di perusahaan minyak BPM, Shell dan Stanvac.
  • Tahun 1941 misionaris SS.CC terahir datang dari Belanda ke tanah misi di wilayah Prefektur Banka e Biliton sebelum perangdan ditugaskan di Tanjung Balai ialah P. Gabriel van der Westen SS.CC. Ia sebelumnya telah 3 tahun berada di Singapura untuk belajar Bahasa Tionghoa.
  • Sementara itu P. Spelthuis SS.CC dipindahkan ke Singapura. Ia berada di sana sewaktu kota Singapura berkali-kali dibom pesawat Jepang, sesudah pernyataan perang antara Hindia Belanda dan sekutunya melawan Jepang pada tanggal 8 Desember 1941. Kemudian atas anjuran Uskup di Singapura P.Spelthuis SS.CC berangkat mengungsi ke Pulau Jawa, selama perang berlangsung ia berada dalam kamp tawanan Jepang di Jawa, mula-mula di Yogyakarta kemudian dipindah ke Cimahi dan Baros (September 1943-September 1945)
  • P. Tromp SS.CC masih sempat berkeliling ke pulau-pulau mengunjungi umat di wilayahnya. Singapura jatuh ke tangan Jepang pada tanggal 15 Februari 1942. Satu bulan kemudian, pada tanggal 5 Maret 1942 tentara Jepang mendarat di Pulau Karimun dan menduduki juga pastoran dan gereja. Para pastor dikenakan tahanan kota tetapi pada pertengahan Maret masih diberi ijin mengunjungi umat katolik di Moro.
  • Pada tanggal 27 Maret 1942 P. van der Westen SS.CC kembali dari kunjungan umat di Moro persis di saat tentara Jepang menahan para pastor di Tanjung Balai untuk diangkut ke Singapura.
  • Malam hari ketiga pastor Tanjung Balai tiba di Singapura yaitu P. Tromp SS.CC, P. Zaat SS.CC dan P. van der Westen SS.CC. Sampai perang usai (tahun 1945) ke 3 pastor ini ditahan dalam Kamp Tawanan Singapura. Selama para pastor ditawan, guru agama yang rajin itu yang memimpin umat dan menjaga milik gereja.


Masa Sesudah Perang Dunia II (1945 – 1951)

  • P. Tromp SS.CC setelah dibebaskan dari kamp tawanan Jepang di Singapura segera kembali ke Tanjung Balai Karimun. Pada tanggal 9 Oktober 1945 P. Tromp SS.CC sudah tiba dan menempati pos nya di Tanjung Balai.
  • Awal tahun 1946 P. van der Westen SS.CC baru kembali ke Tanjung Balai dari Singapura. Sedangkan P. Zaat SS.CC tidak kembali ke Tanjung Balai, ia ditugaskan memperkuat para misionaris yang tersisa di Pulau Bangka karena banyak yang tidak selamat dari Kamp Tawanan Jepang, ada 10 misionaris SS.CC di Bangka Belitung yang meninggal dalam Kamp Tawanan Jepang selama perang  termasuk Prefek Mgr Vitus Bouma SS.CC.
  • Tahun 1946 P. Tromp SS.CC dipilih menjadi Superior Misi SS.CC dan berkedudukan di Pangkalpinang. Ia meninggalkan pos nya di Tanjung Balai pindah ke Bangka. Yang menjadi pastor kepala di Tanjung Balai Karimun P. Gabriel van der Westen SS.CC.
  • Ahir Oktober 1946 datang 5 misionaris muda SS.CC dari Belanda untuk memperkuat para imam pada Prefektur Apostolik Banka e Biliton. 2 diantaranya ditugaskan ke Tanjung Balai Karimun yaitu P. Charles Dorren SS.CC dan P. Harry van Dijk SS.CC.
  • Awal tahun 1947 sekolah di Tanjung Balai dibuka kembali dan yang menjadi kepala sekolah adalah kembali Guru Agama yang dulu jaman Hindia Belanda dipecat sebagai kepala sekolah. Awal tahun 1949 Sekolah Misi dengan Bahasa Inggris dibuka lagi tetapi tahun berikutnya ditutup karena sedikit peminatnya.
  • Moro yang tadinya ditinggalkan pada tahun 1936 karena wabah Malaria pada tahun 1949 dibuka kembali dengan menempatkan seorang imam di sana. Maka tahun 1949 dibentuk Stasi Moro dengan imamnya P. van Dijk SS.CC yang tinggal menetap di sana. P. Gabriel vd Westen SS.CC pada tahun 1949 pindah ke Stasi Tanjung Pinang dan menjadi pastor kepala di sana.
  • Tahun 1949 – 1954 P. Edmund Corijn SS.CC bertugas di Tanjung Balai Karimun. Bulan Agustus 1949 dirayakan diseluruh wilayah Prefektur peringatan 25 tahun berdirinya Prefektur Apostolik Banka e Biliton. Perayaan meriah dipusatkan di Pangkalpinang dengan dihadiri Delegatur Apostolik di Jakarta Mgr de Jonghed’Ardoye.


Semasa Vikariat Apostolik Pangkalpinang (1951 – 1961)

  • Pada tanggal 8 Februari 1951 Prefektur Apostolik Bangka et Billiton ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Pangkalpinang. P. van der Westen SS.CC pastor Kepala  Tanjung Pinang diangkat menjadi Vikaris Apostolik yang pertama. Tahbisan Uskup P. van der Westen SS.CC diadakan di Pangkalpinang pada tanggal 20 Mei 1951.
  • Pada tahun 1951 P. Dorren SS.CC pindah dari Tanjung Balai ke Moro menjadi pastor Stasi Moro menggantikan P. van Dijk SS.CC yang pindah ke Tanjung Pinang.
  • Tahun 1951 – 1954 P. Isidorus van der Burgt SS.CCsebagai misionaris baru, mulai bertugas di Tanjung Balai Karimun, kemudian pindah ke Tanjung Pinang.
  • Tahun 1954 P. Corijn SS.CC pindah dari Tanjung Balai ke Pangkalpinang, mengurus seminari menengah. Sedangkan P. van Dijk SS.CC kembali ke Tanjung Balai dan bertugas sampai tahun 1956, kemudian pindah lagi ke Tanjung Pinang.
  • P. Wilem de Bruin SS.CC bertugas di Tanjung Balai Karimun tahun 1954 – 1963, kemudian pindah lagi ke Tanjung Pinang.
  • Seorang siswa Sekolah di Tanjung Balai berminat masuk seminari di Pangkalpinang yaitu Martin Ijo Loe Tjong. Ia dibaptis di Tanjung Balai tanggal 24 Desember 1954 kemudian bulan Januari 1955 dikirim ke Seminari Menengah yang berlokasi di pastoran Pangkalpinang. Pada waktu itu  itu jumlah seminaris di Pangkalpinang ada 5 orang.
  • Bulan  Agustus 1958 Martin melanjutkan ke Seminari Palembang dan tahun 1964 mulai novisiat SS.CC di Irlandia. Kelak pada tahun 1972 ia ditahbiskan imam di Katedral Pangkalpinang, dikenal dengan nama P. Martin Irawan SS.CC.
  • Selama 10 tahun semasa Vikariat Apostolik Pangkalpinang ini, para pastor di stasi Tanjung Balai Karimun silih berganti datang dan pergi, bergantian antara stasi Tanjung Balai dan Tanjung Pinang dan Moro. Tahun 1957 Stasi Moro diubah menjadi Stasi Tanjung Batu (Pulau Kundur).


St. Teresia Stasi Moro dan St. Mikael Stasi Tanjung Batu, Tahun 1950 – 1961

Awal Mula
Moro terletak di Pulau Sugi Bawah dekat Pulau Karimun Kepulauan Riau. Penduduk sebagian sukuTionghoa dan berprofesi sebagai nelayan.

Pada awal abad 20 sudah ada komunitas umat katolik Tionghoa di Moro. Mereka adalah nelayan pendatang dari Propinsi Fukien Tiongkok dan sudah menjadi katolik di sana sebelum merantau ke Kepulauan Riau. Paroki asal mereka terletak di kota Pinghai, di sana ada sebuah paroki besar yang diasuh oleh Imam-Imam Dominikan Sepanyol. Komunitas umat di Moro ini berjumlah kira-kira 50 orang dan mereka selama ini selalu berhubungan dengan beberapa imam di Singapura untuk pembaptisan anak-anakmereka dan merayakan Paska di Singapura. Beberapa kali Pastor Lie dari Singapura mengunjungi dan melayani komunitas umat di Moro ini.

Mgr Theodosius Herckenrath SS.CC, Prefek Apostolik Bangka et Billiton pada tahun 1925 pertama kali mengunjungi Kepulauan Riau, ia juga telah mendengar tentang komunitas umat di Moro ini tetapi saat itu ia belum berhasil berjumpa dengan mereka. Latar belakangnya karena para nelayan katolik itu meragukan apakah sosok yang datang mencari mereka itu benar seorang imam Katolik Roma karena waktu itu mgr Herckenrath SS.CC tidak mengenakan jubah. Baru pada kunjungan di tahun 1926 Mgr Herckenrath yang kali ini mengenakan jubah disambut dengan penuh sukacita oleh para nelayan komunitas katolik Tionghoa Moro ini.

Pada tanggal 3 Oktober 1926 Mgr Herckenrath SS.CC menerimakan sakramen permandian di Moro. Mgr berjanji kepada umat akan mendirikan sebuah gereja di Moro. Untuk itu kemudian pada bulan April 1928 datang Bruder Gerardus Jeanson SS.CC dengan tugas membangun sebuah gereja yang kemudian diberkati oleh Prefek baru pengganti Mgr. Herckenrath SS.CC yaitu Mgr. Vitus Bouma SS.CC pada tanggal 3 Desember 1928. Gereja baru ini diberi nama pelindung St. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus. Waktu itu Moro masuk dalam Stasi Kepulauan Riau yang dilayani oleh P. Isfried Meijer SS.CC dari Singapura.

Pada tanggal 4 Maret 1929 P. Meijer SS.CC membuka sebuah sekolah sederhana di Moro. Jumlah murid pada saat pembukaan itu ada 24 anak

Pada tahun 1933 terjadi wabah penyakit malaria yang hebat di Moro. Hampir semua umat mengungsi dan pindah dari Moro. Gereja terpaksa ditutup. Awal tahun 1935 ada beberapa keluarga katolik yang kembali ke Moro tetapi masa kejayaan Moro sudah berahir dan semakin lama semakin merosot. Sekali-sekali ada imam dari Tanjung Balai Karimun yang mengunjungi Moro, karena saat itu Moro masuk wilayah Stasi Tanjung Balai Karimun yang pada tahun 1935 sudah ada imam yang menetap di Tanjung Balai ialah P. Engelmund Tromp SS.CC.

Mengingat umat Moro sudah semakin menyusut sedangkan bangunan misi perlu diperluas di Tanjung Balai maka diputus kan untuk membongkar bangunan gereja di Moro dan bahan bongkaran dapat dimanfaatkan untuk pembangunan di Tanjung Balai. Awal tahun 1936 Bruder Antonius Bruijns SS.CC ditugaskan mengadakan pembongkaran di Moro dan membangun perluasan sekolah di Tanjung Balai memanfaatkan kayu bekas gereja Moro. Umat yang tersisa di Moro dijanjikan akan dilayani sebulan sekali oleh pastor di Tanjung Balai.

Dimulai Sebagai Sebuah Stasi

  • Setelah Perang Dunia II usai, umat di Moro semakin bertambah sehingga mencapai jumlah 150 orang di tahun 1949. Maka diputuskan untuk memisahkan Moro dari Stasi Tanjung Balai pada bulan Oktober 1949 dan menetapkan P. Harry van Dijk SS.CC menjadi pastor Stasi Moro yang wilayahnya meliputi juga Tanjung Batu di pulau Kundur. P. van Dijk melayani Moro dan Tanjung Batu sampai tahun 1951.
  • Pada tahun 1951 P. van Dijk SS.CC pindah ke Tanjung Pinang. Yang menggantikannya ialah P. Charles Dorren SS.CC. Ia menjadi Pastor Stasi Moro dan Tanjung Batu sampai tahun1957.
  • Dalam perkembangannya ternyata Tanjung Batu semakin ramai dan umat juga lebih banyak di Pulau Kundur. Maka untuk kedua kalinya Moro ditinggalkan dan Pusat Stasi dipindahkan dari Moro ke Tanjung Batu pada tahun 1957. Nama Stasi juga berubah mengikuti tempat menetap Pastornya yaitu Stasi St. Mikael Tanjung Batu dan Moro menjadi bagian dari Stasi Tanjung Batu.
  • P. Isidorus van der Burgt SS.CC melayani Stasi Tanjung Batu – Moro ini dari tahun 1957 sampai tahun 1965.


PENUTUP

  • Tanggal 3 Januari 1961 didirikan Hirarki Gereja Katolik Indonesia, maka status Vikariat Apostolik Pangkalpinang diubah menjadi Keuskupan Pangkalpinang. Sebagai Uskup Pertama Keuskupan Pangkalpinang diangkat mgr. Gabriel van der Westen SS.CC. yang selama ini menjadi Vikaris Apostolik Vikariat Apostolik Pangkalpinang.
  • Status Stasi Tanjung Balai Karimun pun ikut berubah menjadi Paroki Tanjung Balai Karimun dengan pelindung paroki Santu Yusup. Dengan Pastor Paroki P. Wllem de Bruin SS.CC. Jumlah umat 250 orang.


Pangkalpinang, 23 November 2018
Disarikan dari berbagai sumber
FX Hendrawinata
Romesko Purba
Humas Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun

29915 Terakhir diubah pada Selasa, 19 November 2019 12:44

395 komentar

  • Tautan Komentar IvyKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 21:45 ditulis oleh IvyKeeds

    nolvadex 20mg india lopressor 6.25 cheap cymbalta 60 mg plaquenil generic name dapoxetine 60 mg price anafranil pills for sale cipro prescription cost finasteride for sale kamagra gel oral finpecia tablet online avana usa cleocin 300 sildalis for sale buy viagra soft tabs atenolol 25 mg prices how much is estrace cream prazosin 5 mg tab price of xenical ivermectin 0.08 oral solution acyclovir 200mg price

    Lapor
  • Tautan Komentar NickKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 20:59 ditulis oleh NickKeeds

    proscar hair loss colchicine cream lipitor generic zofran australia glucophage best price propecia discount coupon chloroquine tablets india

    Lapor
  • Tautan Komentar EvaKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 18:17 ditulis oleh EvaKeeds

    kamagra tablets uk

    Lapor
  • Tautan Komentar JackKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 18:14 ditulis oleh JackKeeds

    viagra soft tabs 100mg where to buy robaxin in usa erythromycin 600 mg lasix cost

    Lapor
  • Tautan Komentar SueKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 16:50 ditulis oleh SueKeeds

    indocin 50 mg buy zithromax online where to buy robaxin generic canadian viagra online advair 500 atenolol best price paxil er generic amoxicillin online albendazole price in mexico xenical orlistat

    Lapor
  • Tautan Komentar IvyKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 16:46 ditulis oleh IvyKeeds

    buspar australia cialis singapore buy best advair price avana 100 in india propranolol prescription australia cost of lipitor in canada plavix medicine price cleocin for strep throat lisinopril 5 mg price cytotec 25 mg average cost of plaquenil dipyridamole brand name uk glucophage tablet finpecia 1mg cost of generic augmentin 875 mg cephalexin 500mg price arimidex for sale us priligy online order cheap prednisolone uk clonidine tablets for sale

    Lapor
  • Tautan Komentar IvyKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 16:03 ditulis oleh IvyKeeds

    toradol for headache over the counter advair diskus bactrim antibiotic diflucan 150 mg over the counter brand name strattera cephalexin medicine prices generic viagra soft buy glucophage 500mg zofran 8 mg tablet price buspar 30 mg augmentin 625 brand name finpecia online cleocin 600mg motilium mexico gabapentin 4200 mg sumycin 250 mg ventolin discount buy lipitor from india atenolol 125 mg baclofen pill price

    Lapor
  • Tautan Komentar AnnaKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 15:06 ditulis oleh AnnaKeeds

    vardenafil online no prescription dapoxetine 30 mg tablet anafranil sildenafil soft tablets ivermectin buy uk

    Lapor
  • Tautan Komentar SueKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 14:30 ditulis oleh SueKeeds

    estrace 60 mg cost hydroxychloroquine sulfate 200mg paxil 40 mg price plaquenil sale cheap elimite generic bactrim buy finasteride cymbalta lexapro buy plavix online cheap cipro pill price

    Lapor
  • Tautan Komentar JackKeeds Minggu, 09 Agustus 2020 13:51 ditulis oleh JackKeeds

    cipro generic cost flagyl 500 mg tablet price glucophage cheapest 2000 mg seroquel acyclovir best price

    Lapor

Berikan komentar

Berkomentarlah secara bijak dan mengikuti regulasi perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, Komentar anda akan terlebih dahulu disetujui admin agar muncul di Kolum Komentar. Tanda (*) artinya Kolum Wajib di Isi. Url Situs Web dapat dibiarkan Kosong.

//Pencarian

//Donasi Pembangunan Gereja

//Informasi Terkini

//Jadwal Misa

Misa di Gereja Paroki Santo Joseph Dialihkan ke Gereja Hati Kudus Yesus, Bati

Harian: Senin S/d Jum'at Pukul 17.00 Wib, Sabtu 06.00 Wib

Mingguan: Sabtu 18.00 Wib, Minggu 08.00 Wib

Lihat Peta (Klik Disini)

//Temukan Kami di Facebook

//Download dan Instal

Daftar atau Masuk

Pengumuman!

Misa di Gereja Paroki Santo Joseph Dialihkan ke Gereja Hati Kudus Yesus, Bati
Harian: Senin S/d Jum'at Pukul 17.00 Wib, Sabtu 06.00 Wib
Mingguan: Sabtu 18.00 Wib, Minggu 08.00 Wib

Sekapur Sirih Pastor Paroki

Selamat Datang Di Situs Resmi Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri Keuskupan Pangkal Pinang, Situs ini diharapkan menjadi jendela informasi dan wadah pemersatu serta jembatan kasih khususnya dalam penggalangan donasi untuk pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph.

Pastor Paroki, RD Kristiono Widodo

holy bible